Gadget dan Modernitas

8 November 2011

Modernitas menurut Anthony Giddens adalah keadaan kekinian dalam realitas dunia kehidupan. Ia berorientasi ke masa depan, sehingga masa depan menjadi model yang kontrafaktual, realitas yang masih semu dalam bayangan dan proyeksi masa kini. Oleh sebab itu modernitas mengandung semangat zaman dan karteristik masa kini. Manusia modern tidak boleh tertinggal.
Dari apa?
Pertanyaan itulah yang agaknya dijawab melaui gadget, yang diakrabi manusia modern saat ini. Dalam konteks alat teknologi media dan informasi, gadget membantu menjamin keberlangsungan arus informasi yang semakin deras mengalir. Gadget sendiri berada dalam posisi arus deras, di mana pengaruh perkembangan teknologi komputerisasi yang mendukungnya telah menyebabkan perubahan dan kebaruan yang tak terkira. Kebaruan yang acap kali karena tuntutan pasar, yang bisa jadi tidak secepat kemajuan teknologi pendukung. Kondisi pasar gadget inilah yang ditangkap oleh produsen smartphone dan tablet saat ini.
Kedatangan produk keluaran terbaru selalu dinanti oleh para penggila gadget. Acara launching yang diiming-imingi potongan harga istimewa dan berbagai bonus menarik selalu menjadi acara yang ditunggu dan menjadi pengeruk pasar potensial bagi produsen. Launching tersebut pun tersebar informasinya melalui gadget pendahulunya, pada ceruk pasar yang sudah terbatas dalam lingkaran komunitas penggila informasi kekinian, masyarakat urban yang tertarik arus modernitas. Sungguh lingkaran yang menakjubkan.
Marshall McLuhan telah lama menyebut kondisi masyarakat ini berada dalam suatu Global Village, di mana ada saling ketergantungan pada media elektronik baru yang membentuk dunia yang saling terhubung satu sama lain, menyatukan yang jauh dalam satu kedekatan tak terkira dalam ketakterbatasan arus informasi. Gadget menjadi otak teknologi dunia masa kini. Kecepatan informasi media menjadi penggerak industri. Konsumsi informasi menjadi motor penggerak konsumen. Dunia berada dalam genggaman mereka yang masuk dalam komunitas pembelajaran.
Tapi kondisi dalam goncangan deras informasi yang terfasilitasi oleh ketersediaan gadget ini selayaknya dilandasi oleh akar. Budaya hendaknya tetap menjadi akar. Budaya yang bukan dalam bentuk semu, yang membentuk karakter personal masyarakat suatu bangsa. Karakter personal, bukan karakter bangsa yang terlalu abstrak untuk diucapkan saat ini. Anda tentu memiliki karakter personal?
Dalam masyarakat berakar budaya yang kuat, maka modernitas tidak menjadi sesuatu yang menakutkan. Modernitas tidak akan melenyapkan karakter budaya. Apalagi modernitas yang diantar oleh produk budaya, gadget salah satunya. Pada masyarakat berkarakter budaya kuat, gadget hanyalah alat untuk memperkuat dan menyebarluaskan budaya kita sendiri.

Iklan