Melihat dan Mengalami Melalui KKL

10 Desember 2011

image

KKL atau Kuliah Kerja Lapangan merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran dalam perkuliahan Seni Rupa dan Desain. Pada dua bulan terakhir ini, ada beberapa proses KKL yang saya ikuti. Mengikuti perjalanan mahasiswa semester 1 kelas Nirmana I ke studio keramik Tierra Hejo dan Selasar Sunaryo di Bandung, dan menyaksikan presentasi mahasiswa semester 3 dan semester 5 setelah melakukan perjalanan peninjauan arsitektur herritage dan sentra industri mebel rotan di Cirebon, Semarang, dan Pekalongan.

Melihat, mendengar,dan mengalami adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam sebuah proses pembelajaran yang lengkap. Pembelajaran yang menyentuh seluruh indera manusia. Rangsangan yang datang melalui mata, telinga, dan sentuhan pada tangan akan membentuk persepsi dan memori secara lengkap. Dalam keilmuan Seni Rupa dan Desain, proses pembelajaran seperti inilah yang menjadi basis pembelajaran perkuliahan praktika dalam seluruh program studi pada umumnya.

Kembali ke perjalanan saya ke Bandung bersama mahasiswa Nirmana I, pada 1 Desember 2011. Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi Studio Pendidikan Dasar, ITB. Kelas saat itu adalah kelas Nirmana yang juga diampu oleh Pak Bambang Prasetyo, dosen Nirmana kami. Bagi mahasiswa kami, yang saat ini terbiasa melihat kelas kecil, adalah suatu pengalaman baru melihat studio kelas besar seperti di situ. Karya dan interaksi antar mahasiswa yang aktif menjadi pusat perhatian kami.

Kemudian kami menuju tujuan utama kami, Studio Keramik Tierra Hejo di Lembang. Tiba di sana kami sudah disambut dengan media tanah liat dan segala perlengkapannya yang telah rapi berjajar di meja studio itu. Setelah mendengarkan arahan dari pemiliknya, kami langsung mencoba berkreasi dalam bidang tanah liat berukuran 20×20 cm itu. Beberapa dari kami belum pernah bersentuhan langsung dengan media ini, sehingga mencoba berkreasi dalam 3 dimensi secara langsung menjadi sebuah pengalaman baru.

Ability to learn something new is based of the general state of a human being. It does not depend on special talents, nor does it operates in special fields, but putting his whole into it. (Bohm on Creativity)

Selanjutnya perjalanan diteruskan ke Selasar Sunaryo, di mana kami mendapat kesempatan melihat pameran yang sedang berlangsung dan berbincang dengan pengelola tentang kegiatan Selasar Sunaryo dalam menghidupkan kehidupan berkesenian di Bandung dan sekitarnya. Sekali lagi mahasiswa belajar melalui melihat dan mengalami.

Pembelajaran yang sangat berbeda saya dapatkan ketika saya menyaksikan presentasi hasil KKL mahasiswa program studi Desain Interior ke Cirebon, Semarang, Pekalongan. Saya hanya melihat, melalui foto dan paparan, presentasi dan sketsa. Saya belum pernah hadir, berada, dan mengalami suasana daerah tersebut. Akibatnya saya tidak berhasil mempersepsi secara utuh apa yang saya lihat. Wujud visual yang saya dapatkan tersangkut pada memori yang saya yakin hanya sebatas sangkutan memori seperti saat saya membaca buku atau melihat foto dan televisi. Saya hanya bisa membayangkan suasana kota itu, panas yang seharusnya saya rasakan, bau kota pelabuhan yang semestinya saya cium. Pada saat itulah saya menyadari, pembelajaran utuh yang dibutuhkan oleh manusia adalah menyentuh dan memberi pengalaman pada seluruh indera dalam kebertubuhannya. Pada saat itulah manusia bisa belajar…

Iklan